Motivasi kehidupan

Jumat, 29 Juni 2012

NILAI KEHIDUPAN

cerita motivasi
http://iphincow.files.wordpress.com/2012/06/nilai-kehidupan.jpg








Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.
Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkan nya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.
Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahan ku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapa pun yang berada di sekitar sini.”
Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.”
Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindang nya daun ku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunan ku. Tolong jangan mati di sini.”
Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohon pun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.
Segera timbul kesadaran baru. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupan ku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain”.
Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.
Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa ter beban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.
Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Golden Ways by Mario Teguh

Masa muda yang tidak digunakan untuk membaikkan diri, akan menjadi masa dewasa yang MASIH muda, tetapi yang lemah dan penuh kegelisahan. Hanya dua puluh tahun selepas masa remaja, kita sudah harus membayar biaya mahal dari penelantaran masa muda kita. Perhatikanlah berapa banyak orang dewasa yang sebetulnya masih muda, yang hari ini takut akan masa depannya. Janganlah bereksperimen dengan hidup Anda.
Jangan ijinkan masa lalu menguasai masa kini Anda, karena ia akan juga menguasai masa depan Anda. …Janganlah meniru orang yang memilih menikmati penderitaan masa lalu, daripada menikmati keseharian yang ceria dan produktif. Jangan lagi ijinkan penyesalan masa lalu merampas kedamaian Anda dari kehidupan yang sesungguhnya. Hiduplah sepenuhnya hari ini, Anda berhak untuk berbahagia.
Tuhanku, terimalah hatiku yang bersyukur karena kini ku mengerti, jika aku sepenuhnya ikhlas menyerahkan diri dan hidupku kepada-Mu, maka sesungguhnya aku tak lagi memiliki diri dan hidupku sendiri…. Dengannya, diri dan kehidupanku adalah milik-Mu, sehingga Engkau tak akan melupakanku, tak akan membiarkanku sedih, dan pasti akan menyejahterakan dan membahagiakanku. Tuhan, aku ini milik-Mu, bahagiakanlah aku.
Saat Anda marah karena hinaan atau pengkhianatan seseorang, sebelum Anda membalas dan melukai orang itu, pikirkanlah sebentar, …Apakah pembalasan Anda, lebih merugikan Anda atau menguntungkannya? Janganlah turun dan berlaku sama rendahnya. Mungkin dia termasuk jenis orang tak berguna yang harus Anda abaikan. Berfokuslah meneruskan kehidupan dengan jiwa-jiwa yang Anda sayangi dan yang menyayangi Anda.
Pernahkah Anda mengalami ini: Orang yang tadinya sahabat, partner, kekasih, atau pasangan hidup; tetapi setelah berpisah, …mereka kemudian sibuk berbicara dan berupaya merendahkan Anda? Jika ya, damailah Itu adalah cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa Anda sangat beruntung tidak terus berhubungan dengan mereka. Marilah kita berdoa agar Tuhan memelihara kita dari kedengkian orang yang berhati dengki.
Sahabat hati saya, Janganlah bekerja keras untuk meyakinkan orang yang tidak meyakini Anda….Bekerja keraslah untuk membuktikan bahwa yang Anda yakini adalah pembaik kehidupan Anda dan kehidupan mereka yang Anda layani. Mulailah dengan membaikkan hidup Anda sendiri. Jika Anda tidak baik bagi diri Anda sendiri, Anda tidak mungkin bisa menjadi baik bagi siapa pun.
Tuhanku, kekasih hidupku. Sekarang aku mengerti, hatiku tak akan pernah merasakan kedamaian jika aku selalu berupaya mengendalikan …semua hal dan dan setiap kejadian dalam hidupku. Jalan indah menuju kedamaian hidupku adalah mengetahui keadaan dan kejadian yang sebaiknya ku abaikan agar aku hanya memikirkan dan mengerjakan yang penting. Tuhan, selalu peliharalah aku dalam pengertian yang mengindahkan hidupku. Amien
Ada orang yang mengumpulkan dan membawa puing-puing kegagalannya di masa lalu, untuk menghalangi perjalanannya ke masa depan. Yang terjadi di masa lalu adalah pelajaran bagi penguatan Anda, dan tidak boleh digunakan sebagai beban dan pelemah upaya Anda hari ini. BERDAMAILAH DENGAN MASA LALU ANDA. … Jadilah pribadi yang damai, jujur, dan bekerja keras bagi masa depan yang baik.
“Orang berharta dari cara yang tidak jujur, di mata manusia yang lemah adalah tokoh teladan, tetapi dalam pandangan Tuhan adalah orang miskin yang besar hartanya adalah penanda besarnya hukuman. Orang miskin harta tetapi tetap jujur dan ikhlas, di mata manusia yang baik adalah tokoh tegar yang harus diteladani, dan dala…m pandangan Tuhan adalah orang kaya yang hartanya tidak dimengerti oleh manusia.”
Sahabat saya yang kebaikan hatinya menentukan kebaikan hidupnya, Pengetahuan yang paling dibutuhkan oleh orang yang mengeluhkan rezeki, adalah mengetahui bahwa pikiran, sikap, dan tindakan yang tidak baik PASTI membatalkan rezeki. …Setelah kita lebih patuh, rezeki menjadi sangat logis. Karena, ORANG BAIK, REZEKINYA BAIK.
4 LANGKAH MENJADI PRIBADI DENGAN REPUTASI BERNILAI
  1. Tetapkan nilai dan kualitas yang akan menjadi reputasi kita.
  2. Tetapkan sikap dan perilaku yang mewakili nilai dan kualitas pribadi itu.
  3. Ikhlaslah untuk berbicara dan berlaku yang menumbuhkan sikap dan kualitas itu dalam diri kita.
  4. Bersabar dan jadilah pribadi yang lebih kuat daripada yang menghalangi dalam perjalanan naik itu.
Sahabat saya yang keikhlasannya menentukan kualitas rezekinya, Ikhlas itu sederhana, kita hanya tinggal menerima yang terjadi sebagai perintah untuk memperbaiki diri, dan segera melakukan yang kita ketahui benar. Yang sulit adalah MENINGGALKAN KENYAMANAN dari kebiasaan bersikap dan berlaku yang selama ini tidak mendamaik…an dan menguatkan. Super formula: MENUNDA IKHLAS = MELANJUTKAN GELISAH
Sahabat hati saya, Janganlah takut merasa kecewa karena orang lain tidak menghargai kebaikan Anda. Marilah kita takut mengecewakan Tuhan karena menghindari perilaku yang menjadikan kita ORANG BAIK, yang menjadi ALASAN BAGI TUHAN UNTUK MEMPERBAIKI REZEKI KITA…. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan sebaik-baik pembayar adalah Tuhan. Ikhlas is beautiful!
Kedamaian akan menjadi warna hatimu, jika engkau menghentikan pengejaran terhadap kekayaan duniawi untuk membanggakan diri di atas sesamamu. …Bersungguh-sungguhlah hidup untuk mengindahkan hati sesamamu, karena hanya dengannya engkau menjadi bernilai dalam pandangan Tuhan. Janganlah kegelisahanmu itu hanya untuk mencapai yang belum kau miliki. Gelisahlah jika engkau belum bermanfaat bagi sesamamu.
Aku berdiri termangu memperhatikan hiruk pikuk khalayak yang mengejar kegemerlapan dan memuja harta sebagai pemeringkat sesama…. Tuhanku Yang Maha Memelihara, Jauhkanlah hatiku dari ketertarikan untuk meniru jalan yang gemerlapnya menipu, damaikanlah jiwaku dalam keindahan kasih sayang, kejujuran, dan penghormatan kepada sesama dan alam. Bebaskanlah aku dari pengejaran yang tidak mendekatkanku kepada-Mu. Amien
Jika engkau ingin keluar dari rasa marah dan gelisahmu, janganlah kau kobarkan iri di hatimu saat kau lihat orang lain lebih mampu darimu…. Janganlah bicara getir dan semena-mena menuduhkan ketidak-adilan kepada mereka, dan menyalahkan semua yang tak kau mengerti sebagai penyebab deritamu. Sudah baikkah dirimu? Ikhlaskanlah dirimu untuk menjadi pribadi baik yang mudah dibaikkan hidupnya oleh Tuhan.

Rabu, 05 Oktober 2011

Anda memang sukses, tapi, apa anda bahagia?

Anda Memang Sukses, Tapi, Apa Anda Bahagia?

Penulis: 
Arvan Pradiansyah
Seorang professor yang pikun terlambat memberi kuliah. Ia masuk ke dalam sebuah taksi dan berseru, “Cepat! Ngebut!”
Di tengah-tengah aksi ngebut itu, sang professor tiba-tiba ingat bahwa ia belum memberi tahu si sopir kemana ia akan pergi. Ia bertanya kepada sopir, “Tahu kemana tujuan saya?”
Tidak, Pak,” kata sopir, “tetapi saya sedang ngebut dan mengemudikan taksi ini secepat-cepatnya.”
Mungkin Anda tertawa melihat kekonyolan professor pikun ini. Tapi tanpa disadari kitapun sering melakukan hal serupa. Kita sibuk bekerja secepat-cepatnya dan sekeras-kerasnya. Kita berlari dari satu meeting ke meeting yang lain. Kita sibuk menggenjot penjualan, dan merancang berbagai strategi untuk membuat produk kita laku. Penjualan, produksi, profit, dan target adalah kosa kata kita sehari-hari. Sebagai professional kita memang dibayar untuk itu.
Namun kesibukan bekerja seringkali membuat kita lupa merenungkan arti hidup ini. Kita bergerak begitu saja, secepat-cepatnya. Kita tidak tahu apakah yang kita lakukan ini sesuatu yang genting (urgen) atau penting. Kesibukan membuat kita lupa apakah kita hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup. Kita tidak sempat merencanakan dan mengatur hidup kita. Kita membiarkan orang lain atau situasi mengaturnya untuk kita. Banyak orang yang membiarkan hidupnya mengalir seperti air. Mereka lupa bahwa air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Padahal hidup akan terasa indah kalau kita sendiri yang menjadi sutradaranya, bukan orang lain, bukan bos Anda, bukan klien Anda, bukan pula target Anda. Andalah – bukan siapa-siapa – yang menentukan nasib Anda sendiri. Jack Welch, mantan CEO General Electric yang legendaris itu pernah merumuskannya dalam bahasa yang singkat namun cukup menohok, ”Create Your Own Destiny or Someone Else Will!”
Lupa merencanakan tujuan hidup kita adalah seperti mendaki gunung Bromo. Anda mempersiapkan bekal yang cukup dan melakukan pendakian dengan hati-hati. Anda selamat sampai ke puncak gunung dan baru menyadari bahwa yang Anda daki bukanlah gunung Bromo tetapi gunung Salak. Anda juga bisa mendaki karir Anda sampai ke puncak untuk kemudian menyadari bahwa Anda berada di jalur salah. Anda bisa saja sangat sukses dalam pekerjaan tetapi jauh di lubuk hati Anda, Anda merasakan kesepian dan kehampaan.  Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan.
Kebahagiaan dalam hidup ini akan dapat Anda raih bila Anda melakukan sesuatu yang benar-benar Anda nikmati. Ada cerita mengenai seorang eksekutif muda yang bekerja di bidang telekomunikasi. Ia punya rumah besar, mobil yang mewah dan menikmati berbagai fasilitas sebagai eksekutif papan atas. Suatu ketika ia berjumpa kawan lamanya yang menanyakan apa yang penting baginya. Pertanyaan ini cukup mengejutkan karena sepanjang hidupnya ia tak pernah memikirkan hal itu. Namun setelah didesak keluarlah beberapa hal yang menurutnya penting. Ia menyebutkan mimpi-mimpi dan segala hal yang ingin dilakukannya. Ternyata tak satupun yang ada hubungannya dengan pekerjaannya.
Kawannya kemudian bertanya, ” Lalu, apa kamu bahagia?” Eksekutif muda ini menjawab, ”Tidak.” ”Tapi kamu sukses kan?” sambung kawannya. Ia tak menjawab. Dari matanya nampak bahwa pikirannya sedang menerawang.
Ternyata obrolan singkat itu membuat eksekutif muda ini merenungkan hidupnya. Ia mulai berpikir apakah ia sedang melakukan apa yang benar-benar ingin ia lakukan dalam hidupnya. Ternyata tidak. Maka iapun mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mulai melakukan hal-hal yang sungguh ia sukai. Sejak dulu sebenarnya ia sangat suka bekerja dengan kayu. Ia kemudian memulai perusahaan kontraktor. Dan yang terpenting, ia benar-benar  bahagia dengan apa yang  ia lakukan.  
Kebahagiaan memang tidak sama dengan kesuksesan. Anda hanya bisa bahagia kalau Anda melakukan apa yang Anda inginkan. Anda hanya bisa bahagia kalau Anda menjadi sutradara terhadap kehidupan Anda sendiri. Dan itu semua harus dimulai dengan melakukan perenungan mengenai apa yang penting bagi Anda sendiri. Apa yang penting bagi kita bisa sangat berbeda dengan apa yang penting bagi orang lain.
Ada sebuah cerita menarik mengenai seorang eksekutif yang tengah berlibur di sebuah desa. Suatu siang ia berjumpa dengan seorang nelayan yang sedang asyik bermain dengan kedua anaknya. Eksekutif ini bertanya kenapa si nelayan tak bekerja lebih keras, padahal hidupnya masih kekurangan. “Katakan, apa yang dapat saya lakukan!” ujar nelayan. “Belilah kapal yang lebih besar!” kata si eksekutif. “Dengan demikian Anda bisa menangkap ikan lebih banyak”.  Nelayan kembali bertanya, “Dengan ikan yang lebih banyak, apa yang dapat saya lakukan?” “Juallah ke kota, Anda akan mendapat uang banyak,” lanjut si eksekutif.  “Dengan uang itu, Anda dapat membangun rumah yang bagus dan menyekolahkan anak-anak sehingga menjadi orang yang pintar. Nah, dengan semua yang kau miliki itu kau akan sangat berbahagia.” Mendengar hal itu si nelayan tertawa terbahak-bahak, “Kalau kebahagiaan yang saya cari, buat apa repot-repot. Sekarangpun saya sudah sangat bahagia!”
Kebahagiaanlah yang kita cari, bukan sekedar kesuksesan. Sayangnya kesibukan kita sebagai manusia modern seringkali membuat kita mengejar kesuksesan dan lupa mencari kebahagiaan. Kita hidup seperti robot-robot yang dikendalikan oleh orang lain, pekerjaan dan lingkungan kita. Kita tak tahu mau pergi kemana. Saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah lagu yang inspiratif dari Diana Ross di sekitar pertengahan 80-an. Lagu ini cocok sekali untuk orang-orang sibuk seperti kita. Berikut cuplikannya:
”Do you know where you’re going to? Do you like the things that life is showing you.
Where are you going to? Do you know?”

“Do you get what you’re hoping for? When you look behind you there’s no open door
What are you hoping for? Do you know?”

PROFIL ARVAN PRADIANSYAH

Profil Arvan Pradiansyah

Arvan Pradiansyah adalah pembicara publik, konsultan, fasilitator dan kolumnis di Majalah SWA, dan harian Bisnis Indonesia. Ia juga mengasuh rubrik konsultasi “Life is Beautiful” di tabloid Bintang Indonesia. Arvan juga telah menulis 5 buku inspiratif yang menjadi best seller yaitu “You Are A Leader!” “Life is Beautiful” , “Cherish Every Moment” , “The 7 Laws of Happiness” dan “You Are Not Alone.”
Tak hanya menulis, Arvan pun senantiasa menyebarkan inspirasi dan motivasi melalui radio. Ia adalah nara sumber tetap untuk talkshow Smart Happiness yang disiarkan di Smart FM Network setiap Jum’at pk. 7 – 8 pagi WIB dan disiarkan ke 25 kota di Indonesia.
Selain itu Arvan -- yang pernah menjadi Dosen di FISIP UI selama 13 tahun -- saat ini adalah   Managing Director Institute for Leadership & Life Management (ILM), sebuah lembaga pelatihan dan konsultasi di bidang sumber daya manusia, kepemimpinan dan life management yang berpusat di Jakarta.
Sempat bekerja dalam bidang jurnalistik dan public relations setelah lulus dari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI, ternyata Arvan lebih menemukan kepuasan batin dengan bekerja di bidang sumber daya manusia. Merasa bekalnya tidak cukup dalam bidang itu, Arvan pun melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Industrial Relations & Human Resources Management dari The London School of Economics (LSE), Inggris berkat beasiswa British Chevening Awards dari The British Council. Beruntung pula, Arvan juga mendapatkan beasiswa dari Japan Airlines untuk mengikuti “Summer Session on Asian Studies” di Sophia University, Tokyo, Jepang.


Keterampilan Arvan dalam bidang SDM senantiasa terasah. Saat bekerja sebagai konsultan di AAJ-MaST (Management & Skills Training) ia mengembangkan divisi pelatihan dan konsultasi SDM bekerja sama dengan MaST Australia. MaST sendiri adalah sebuah perusahaan pelatihan internasional yang berpusat di London, Inggris.
Sepulangnya dari menempuh pendidikan di Inggris, pada tahun 1996, Arvan bergabung dengan  Development Dimension International Indonesia (DDI Indonesia), sebuah perusahaan konsultan dalam bidang pengembangan SDM yang berpusat di Pittsburgh, Amerika Serikat. Pada saat ia bergabung dengan DDI, perusahaan ini baru mendirikan kantor di Jakarta. Arvan adalah konsultan dan Master Trainer pertama untuk produk-produk DDI dalam bahasa Indonesia seperti Skills for Empowered Workforce, Targeted Selection, Performance Management dan Service Plus. Selama bekerja di DDI, Arvan juga mengembangkan para fasilitator dan konsultan DDI.
Pada tahun 2000 Arvan kemudian bergabung dengan Dunamis, sebuah konsultan pengembangan SDM yang merupakan authorize representative dari Franklin Covey International yang berpusat di Utah, Salt Lake City, Amerika Serikat. Dunamis antara lain dikenal dengan pelatihan “The 7 Habits of Highly Effective People” yang cukup populer di Indonesia. Selama bergabung dengan Dunamis Arvan mendapatkan banyak kesempatan untuk membantu perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dalam mengembangkan organisasinya dan SDM-nya.
Setelah tiga tahun bergabung di Dunamis, Arvan kemudian memutuskan untuk menjadi praktisi di bidang SDM. Ia kemudian bergabung dengan PT Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai General Manager Human Resources yang antara lain membidangi Organization & Employee Development, Recruitment & Assessment serta Industrial Relations. Dua tahun kemudian, Arvan mendirikan ILM.
Semasa mahasiswa, Arvan cukup aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kepemudaan. Berbagai prestasi pun ia torehkan: sebagai  “Mahasiswa Teladan I Universitas Indonesia”, Ketua Umum Indonesian Student Association For International Studies (ISAFIS), Wakil Ketua Senat Mahasiswa FISIP UI, Wakil Ketua BPM FISIP UI, Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) London, dan Ketua I Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang (KAPPIJA 21).
Tak hanya itu, Arvan juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di tingkat Internasional antara lain: Debat Antar Universitas se-ASEAN di University Malaya, Malaysia; Konperensi Jurnalis se-Dunia di Taipei, Taiwan; Konperensi Jurnalis se-ASIA Pasifik di Kuala Lumpur, Malaysia; Program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia, Program Persahabatan Abad 21 Indonesia - Jepang, Program Pengembangan Kepemimpinan di Paris, The President Club, Franklin Covey International di Hawaii dan Future Search Conference di Philadelphia, Amerika Serikat.
Arvan kini tinggal di Jakarta bersama istrinya, Santy dan tiga buah hati mereka, Alysa, Daffa dan Rayhan. Ia dapat dihubungi di alamat email: arvan@ilm.co.id.

Jumat, 10 Desember 2010

BERUBAH ITU LANGKAH DEMI LANGKAH

Seri : Motivasi Belajar


Banyak orang yang ingin berubah. Namun dia merasakan begitu sulit berubah. Apa penyebabnya?
Anda pernah membaca artikel Bisakah Memakan Sepeda?
Saat pertanyaan ini diajukan kepada peserta pelatihan saya, jawabannya macam-macam. Banyak yang mengatakan tidak mungkin. Bagaimana bisa memakan sepeda? Mereka anggap saya hanya bercanda.
Padahal, orang yang memakan sepeda bukan fiktif bukan juga bercanda. Ini benar, adanya tercatat di Guiness Book of Record. Bahkan katanya, sudah terpecahkan oleh orang yang memakan Harley Davidson. Wow!
Bagaimana bisa? Inilah kuncinya. Ini adalah kunci yang bisa membuat perbedaan sangat mendasar. Pemahaman inilah yang menjadikan seseorang menjelma menjadi orang hebat atau tidak. Inilah rahasia berubah!

Rahasia Berubah Itu Langkah Demi Langkah

Orang bisa memakan sepeda, bahkan Harley Davidson, karena mereka memakannya secara bertahap. Pemakan sepeda memotong-motong sepedanya, bahkan dihancurkan, kemudian dimakan sedikit demi sedikit. Akhirnya dia bisa menghabiskan sepeda (masuk ke dalam perutnya) dalam waktu 3 bulan.
Lama? Iya, memang lama. Tetapi berhasil. Jika sepeda hanya pelototi saja. Jika kita hanya memikirkan bagaimana cara makan sepeda sekaligus, kita bisa menyerah. Langsung saja kita mengatakan: “Mustahil!”
Begitu juga dalam berubah. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih baik, mulailah berubah. Langkah demi langkah, jangan berpikir sekaligus. Saat kita berpikir bahwa kita harus berubah sekaligus, meski mulut tidak berucap, pikiran bawah sadar kita akan mengatakan itu mustahil. Apa akibatnya? Dia tidak mengambil langkah untuk berubah.
Bagaimana kita bisa menghafal Al Quran? Bukankah banyak sekali? Para penghafal Al Quran menghafal ayat demi ayat, bahkan bisa jadi satu ayat pun di potong-potong dulu agar mudah menghafalnya.
Berubah itu selangkah demi selangkah. Sama seperti Anda makan, sesuap demi sesuap.

Berubah Sedikit Tetapi Kontinyu

Sepotong demi sepotong, sepeda pun habis dimakan. Selangkah demi selangkah, para pelari marathon pun bisa melalui puluhan kilo meter. Putaran demi putaran ban mobil Anda, ratusan kilo meter pun bisa ditempuh.
Jangan anggap sepele perubahan yang kecil atau sedikit. Jika dilakukan secara kontinyu, akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda. Seorang trainer (Wiwoho) pernah mengatakan Kesuksesan besar adalah kasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil.
Rasulullah saw, dengan indah bersabda:
Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
Lakukanlah perubahan itu, meski pun kecil, sebab tidak ada yang kecil jika kita melakukan secara terus menerus, langkah demi langkah.
Siap-siap…. berubah!
Kunjungi web aslinya : www.motivasi-islami.com

SATU KETRAMPILAN SATU WAKTU

Seri : Motivasi Belajar


Artikel ini terinspirasi saya saya memutar audio belajar bahasa Inggris dari Mr Teguh Handoko Susilo. Beliau menekankan bahwa kita hanya perlu menguasai satu keterampilan dalam satu kali belajar. Meski pun terlihat lambat, tetapi cara ini terbukti efektif untuk membangun keterampilan bahasa Inggris murid-murid beliau. Belajar bahasa Inggris yang awalnya terlihat begitu sulit, terasa begitu mudah dengan cara ini.
Apakah hanya diterapkan dalam belajar bahasa Inggris saja? Tentu saja tidak. Di pesantren, cara ini digunakan agar santri-santri menguasai bahasa Arab dengan baik. Selain itu, bisa diterapkan untuk mengembangan diri secara umum.
Mengapa metode ini begitu efektif? Yuk, kita bahas.

Kekuatan Fokus

Metode satu keterampilan satu waktu begitu efektif karena kita fokus. Saat kita fokus, semua energi dan sumber daya yang kita miliki digunakan hanya untuk menguasai satu keterampilan itu. Manfaatnya: apa yang kita pelajari akan benar-benar kita kuasai, sampai masuk ke dalam hati, dan mendarah daging dengan tindakan kita.
Kita juga bisa belajar kepada para atlet. Konon, pemain sepak bola bisa berlatih menendang bola saja sampai ribuan kali. Terus menerus, bahkan setelah tendangannya tepat sasaran. Mereka tidak langsung puas setelah mampu membidik dengan jitu, tetapi mereka juga menjadikan bidikan jitu itu menjadi sebuah kebiasaan.

Terapkan Dalam Bidang Anda

Jika Anda ingin menjadi seseorang yang unggul di bidang Anda, maka tingkatkan keterampilan Anda, satu demi satu. Jika kita melihat secara kesuruhan, maka kita bisa menyerah sebelum memulai. Akan terlihat begitu banyak yang harus ditingkatkan atau dikuasai.
Misalnya, pemain sepak bola harus memiliki banyak keterampilan: menendang bola, menggiring bola, daya tahan tubuh, kecepatan berlari, cara mengumpan, cara melepaskan diri dari hadangan lawan, dan masih banyak lagi. Mereka bisa menguasainya dan menjadi pesebak bola yang tangguh saat mereka benar-benar menguasai semuanya dengan baik. Caranya, mereka mau melatih satu keterampilan dalam satu waktu dengan tekun. Setelah cukup, baru beralih ke keterampilan lain, dan seterusnya.
Banyak orang yang bisa bermain sepak bola. Seminggu dua kali mereka bermain sepak bola, sejak kecil sampai dewasa, tetapi tetap saja tidak menjadi pesebak bola tangguh. Itu karena, mereka tidak benar-benar melatih keterampilan dengan benar. Mereka langsung bermain, 11 lawan 11, tanpa pernah atau jarang sekali melatih keterampilan-keterampilan pendukungnya. Bisanya hanya untuk olah raga atau kesenangan saja. Tapi, tidak untuk menjadi pesebak bola unggul.
Begitu juga, jika Anda seorang karyawan yang ingin sukses, Anda akan sulit meraih karir yang bagus jika Anda tidak berusaha meningkatkan kemampuan Anda dalam bekerja. Mungkin Anda bekerja, setiap hari. Anda menggunakan komputer, tetapi tidak mahir. Asal bisa saja. Maka wajar jika atasan Anda tidak memberikan perhatian positif terhadap Anda. Jika ingin mendapatkan perhatian, Anda harus menjadi pekerja yang unggul.
Salah satu penghambat kenapa banyak karyawan yang tidak mau melatih keterampilannya, ialah karena bingung. Mau melatih apa? Sementara pekerjaan banyak, keterampilan yang diperlukan pun banyak. “Mau keterampilan yang mana?”
Tentu saja, ada strateginya. Kita tidak harus menjadi unggul di setiap keterampilan atau setiap bidang sekaligus. Pilihlah bidang yang terbaik, yang paling memberikan nilai atau dampak positif bagi karir Anda. Kemudian keterampilan itu dipecah-pecah lagi menjadi sub keterampilan yang lebih kecil lagi.
Misalnya, keterampilan menjual disusun dari keterampilan berbicara, membangun jaringan, presentasi, penguasaan produk, dan sebagainya. Sekarang pilih sub keterampilan mana yang paling lemah, maka latihlah keterampilan itu sampai mahir. Setelah mahir, cari lagi sub keterampilan yang perlu diperbaiki lagi, dan seterusnya. Selengkapnya bisa Anda pelajari di salah satu video The Confidence Secret.
Jadi, untuk menjadi pribadi yang unggul, Anda tidak perlu melatih semua keterampilan sekaligus. Latihlah satu keterampilan dalam satu waktu, kemudian beralih ke keterampilan lainnya.
Kunjungi web aslinya : www.motivasi-islami.com